“Oh Holy Night” by Nurul Toisuta.

Mendadak dangdut, eh..mendadak viral di media social sebuah video yang diunggah oleh akun Bucken Lekatompessy. Vidio ini berjudul “’Oh Holy Night’ by Nurul Toisuta”.

Tidak sedikit orang yang nge“like” dan “share” video ini.  Di vidio ini tampil seorang wanita berjilbab yang bernama Nurul Toisuta (berdasarkan tulisan akun Bucken) menyanyikan sebuah lagu yang sering dinyanyikan pada acara natal yaitu “Oh Holy Night”, pada acara Perayaan Natal Kel. Besar Dinas Parawisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Maluku.

nurul

Tentu ini cukup unik mengingat wanita yang membawakan lagu itu adalah seorang wanita berjilbab dan di acara natal pula. Sebab lagu “O Holy Night” yang diciptakan oleh Adolphe Adam dalam lagu aslinya yang berbahasa Prancis “Cantique de Noël”pada tahun 1874 ini memang sudah menjadi jenis lagu “Christmas” (Natal) selama ratusan tahun.

Apakah ini merupakan wujud toleransi? Hm…menurut saya toleransi tidak perlu seperti ini. Toleransi itu cukup dengan menghargai mereka yang mengadakan perayaan; tidak mengganggu atau menghalang-halangi (melarang).

Namun, kita tidak tahu sebenarnya apa yang menjadi alasan si mba Nurul ini ikut menyumbangkan lagu di acara natal ini. Tentu itu hak pribadi beliau, yang penting tidak ada unsur paksaan dari pihak mana pun.

Selain karna unik, suara mba Nurul ini juga cukup bagus. Karena itulah mungkin banyak orang me-“like” dan “share” video ini, termasuk saya sendiri. Namun ketika saya membagi video ini, seorang teman saya memberi komentar seperti ini :

Teman : “Inikah definisi toleransi yg sampean mau pak pendeta?”

Saya : “Saya hanya menikmati lagunya pak XXXXX (sengaja tidak saya sebut namanya), sembari bertanya dalam hati ‘Kok mau ya nyanyi lagu itu, di natal pula?’ Ini unik sekali. Menurut saya ini bukan tentang toleransi lagi, tp mungkin dia punya alasan lain. Yang penting tidak ada paksaan dari pihak mana pun.”

Teman : “Berarti bener ya, ini makna toleransi yg sampean mau? Saya mau catet.”

Saya : “Bah, kek mananya pak XXXXX ini memaknai komentarku. Sudah jelas kutulis ‘Menurut saya ini bukan tentang toleransi lagi’… artinya yang toleransi itu gak perlu beginian…. lalu saya lanjutkan tulisan saya …. ‘tp mungkin dia punya alasan lain’”

Ah…untung saya tidak tanya “siapa bidannya?”  🙂


Dibawah ini adalah lirik salah satu versi lagu “O Holy Night”

“O HOLY NIGHT”

O holy night the stars are brightly shining
It is the night of our dear Savior’s birth
Long lay the world in sin and error pining
Till He appeared and the soul felt its worth

A thrill of hope the weary world rejoices
For yonder breaks a new glorious morn
Fall on your knees
O hear the angels’ voices
O night divine
O night when Christ was born
O night divine o night
O night divine

A thrill of hope the weary world rejoices
For yonder breaks a new glorious morn
Fall on your knees
O hear the angels’ voices
O night divine
O night when Christ was born
O night divine o night
O night divine

Oh yes it was
Oh it is the night of our dear Savior’s birth
Oh yeah, oh yeah, oh yeah, yeah
It was a holy holy holy, oh oh oh

——- Terima kasih telah berkunjung ke blog The Cadel Pastor, God bless you ——–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s