Pdp Lindung S

Di gereja itu ada title Pdm (Pendeta Muda), juga Pdp (Pendeta Pembantu), ada juga hanya disebut Pdt (Pendeta Penuh diatas Pendeta Muda). Dibeberapa denominasi Pdm bisa jadi sama dengan Pdp yang bertugas sebagai pendeta pembantu di dalam sebuah penggembalaan (sidang/jemaat). Namun Pdm bisa juga adalah seorang yang sudah menggembalakan namun baru diangkat sebagai pendeta atau bisa disebut pendeta junior yang nantinya akan naik menjadi Pdt (penuh).

Sebagai seorang rohaniawan, tentu seorang Pdp patutlah menjadi contoh baik di gereja tempat dia bertugas. Selain sebagai pemberita firman (kabar baik) di gereja, dia juga seharusnya menjadi panutan; mengasihi, bukan penjudi, bukan pemabuk, bukan juga pemfindah dan bukan sosok yang jahat lainnya. Menjadi seorang penasehat dan pengayom ditengah-tengah masyarakat adalah hakekatnya.

Tetapi ada yang aneh dengan Pdp yang satu ini. Gaya hidupnya sangat bertolak belakang dengan yang seharusnya. Dia suka kumpul-kumpul dengan “anak pasaran” alias preman. Mereka sering berkumpul, bernyanyi kenceng-kenceng, merokok dan ditemani minuman keras. Apalagi dengan model rambut yang panjang, kumis melingkar dan anting-anting di telinganya semakin memberi kesan yang sangat kontradiktiv.

Selidik punya selidik ternyata dia bukan seorang Pendeta. Dia adalah Pdp Lindung S alias Pontas David Poltak Lindung S

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s