TRADISI JAM 00 TANGGAL 1 JANUARI

Sebagian kalangan Kristen di Indonesia dan mungkin juga di banyak negara lainnya, ada tradisi ibadah atau kebaktian subuh (awal tahun) tepat pada tanggal 01 Januari, jam 00 atau menit-menit setelah jam 12 tangah malam tanggal 31 Desember.

Masa saya kanak-kanak tahun 1970-an, di kampung kami tidak banyak orang yang punya jam untuk mengetahui jam atau waktu-waktu yang berlangsung sepanjang hari hingga malam hari.  Kalau di siang hari biasa hanya menebak-nebak berdasarkan cahaya yang sudah menerangi bumi sejak pagi dan menjelang tengah hari sampai sore hari berdasarkan posisi bayangan tabuh (panjang-pendeknya bayangan) dari “sorotan” sinar matahari. He..he..he… hebat orang jaman dulu ya.  Namun tentunya cara itu tidak bisa digunakan untuk menentukan (menebak) posisi waktu (jam) di malam hari.  Maka patokannya adalah lonceng gereja yang dibunyikan oleh petugas gereja (tentu mereka memiliki jam sebagai patokan 🙂 ).

Bunyi lonceng gereja memang kuat yang bisa terdengar sampai kurang lebih radius 1 Km pada malam hari.

Di ibadah sabuh awal tahun ini, biasanya di isi dengan nyanyian rohani (pujian), memberikan “sepatah-dua kata” yang berisi kesan, pesan dan permintaan maaf dan doa. Setelah berdoa dilanjutkan dengan bersalaman satu sama lain lalu makan kue dan sajian tahun baru lainnya.

Pada sesi memberikan “sepatah-dua kata” ini, mungkin saja ada yang lucu karena ada orang (anggota keluarga) yang tidak tahu mau berkata apa, atau karena malu-malu, atau bisa saja karna pikirannya masih “di alam lain” alias masih ngantuk dengan “iler” yang masih berserak….eyaks. Tetapi mungkin juga ada yang menangis, entah karena terharu atau karena menyesali kesalahan-kesalahannya.

Bicara tentang maaf-memaafkan tentu tidak salah bila ibadah awal tahun ini dijadikan sebagai momentum, tetapi dalam iman Kristen tentunya maaf-memaaafkan adalah pola hidup (Life Style) dalam meresponi ketidaksempurnaan sebagai manusia, yang tidak harus menunggu ibadah awal tahun untuk melakukannya.

Di kalangan Batak Kristen, salah satu lagu yang biasa dinyanyikan pada ibadah awal tahun adalah lagu berjudul “Naung Salpu Taon Na Buruk I” yang diambil dari Buku Ende (Buku Nyayian) No. 70. “Naung Salpu Taon” artinya “Sudah lewatlah tahun”, sedangkan “Na Buruk I” artinya “Yang Buruk Itu”. Menurut saya kata “Buruk” haruslah dimaknai sebagai “lama” sebab tahun-tahun yang kita lewati juga tidaklah buruk, sebab disana juga ada penyertaan Tuhan yang membawa kita ke tahun yang baru.

Selamat Tahun Baru – Happy New Year

———————————————————-

Dibawah ini saya sertakan lirik lagu “Naung Salpu Taon Na Buruk I”

NAUNG SALPU TAON NA BURUK I

  1. Naung salpu taon na buruk i, Ho ma hupuji Tuhanki Ai diramoti Ho tongtong tondingku dohot dagingkon Ai diramoti Ho tongtong tondingku dohot dagingkon
  2. O Jesus sai asi rohaM, paian denggan ni basaM Muse di taon na’mbaru on di nasa huriaM tongtong Muse di taon na’mbaru on di nasa huriaM tongtong
  3. Sai tong paian hataMi Na mangapuli roha i Alai pangago sasude Padao ma sian hami be Alai pangago sasude Padao ma sian hami be
  4. Sai unang jujur dosa i Binaen di taon na salpu i Urasi hami sasude Asi rohaM di hami be Urasi hami sasude Asi rohaM di hami be
  5. Urupi hami mangoloi PatikMu jala pargogo Lao manundalhon dosa i Nang nasa jat ni rohangki Lao manundalhon dosa i Nang nasa jat ni rohangki
  6. Lam jonok taiti hami on Tu hangoluan na tongtong Pahot ma di huriaMi Jambarna na sumurung i Pahot ma di huriaMi Jambarna na sumurung i

 

——- Terima kasih telah berkunjung ke blog The Cadel Pastor, God bless you ——-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s