MAHIR SECARA INSTANT

Ada banyak produk makanan yang disebut sebagai makanan instant, sebutlah misalnya produk mie instant.  Disebut mie instant karena bisa disajikan dengan cepat dan simple, karena semua bumbu sudah disediakan di dalam kemasan.  Tinggal memasak air panas, memasukkan bumbu, dan dalam hitungan beberapa menit sudah bisa disajikan. Bahkan hanya merendam dengan air panas pun mie instant bisa disajikan.  Tetapi tentu anda tahu bahwa mie instant itu sendiri sebelum dikemas menjadi mie instant sesungguhnya juga telah menjalani beberapa proses yang tidak sebentar.

Anda mungkin pernah mendapat tawaran kursus-kursus atau pelatihan-pelatihan singkat untuk menjadi mahir di suatu bidang. Anda kemudian tertarik karena anda ingin menjadi mahir secara instant sama seperti  mie instant kemasan.  Anda berani bayar mahal untuk itu. Tetapi kemudian anda menyesal karena hasil yang anda dapatkan tidak seperti yang anda inginkan, bahwa ternyata apa yang disajikan dalam pelatihan singkat itu hanya merupakan garis besar dari proses panjang untuk menjadi mahir.

Menurut saya, tidak ada orang yang mahir secara instant.  Kalaupun sesorang sudah punya minat dan bakat alamiah, hal itu hanya membantu atau membuatnya lebih mudah menjalani proses menjadi mahir daripada orang yang tidak punya minat dan bakat alamiah. Bakat, walaupun dimiliki secara alamiah, ia membutuhkan latihan dan fasilitas untuk berkembang dan menjadi mahir. Maka untuk menjadi mahir perlu latihan-latihan dan ketekunan dalam berlatih itu sendiri.  Dalam proses itu juga mungkin akan terjadi “Trial and Error” (coba-salah dan coba lagi). Tanpa ketekunan berlatih maka akan seperti selalu kembali ke dasar atau tidak ada perkembangan yang signifikan.gambar-youtube-utk-blog

Dalam beberapa artikel yang pernah saya baca tentang hasil penelitian ahli bahwa untuk seseorang menjadi sukses (mahir) di satu bidang tertentu, dia membutuhkan sekitar 10.000 jam berlatih. Hal ini menunjukkan bahwa latihan-latihan secara intens itu sangat penting, mulai dari dasar sampai ke tingkat yang lebih tinggi.

Dalam bidang music misalnya, seseorang perlu mengenal nada-nada dan not-not yang beragam terlebih dahulu dan belajar bagaimana memainkannya, lalu mencoba untuk mengkombinasi hingga maju ke music yang lebih lengkap (kompleks).

Seorang penulis pun selain perlu belajar secara teori, latihan-latihan menulis yang dimulai dari tulisan-tulisan kecil misalnya pengalaman sehari-hari, kemudian berlanjut menulis opini dalam bentuk artikel hingga dapat menulis sebuah karya ilmiah.

Semua bidang pada dasarnya sama, untuk menjadi mahir maka diperlukan latihan-latihan yang intents dan terus belajar untuk pengembangan diri dan menemukan hal-hal baru.

Jadi, berhentilah bermimpi untuk menjadi mahir secara instant.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s