FAHRI HAMZAH AND THE BABU

FAHRI HAMZAH AND THE BABU.

Entah apa yang sedang “berkecamuk” dalam benak Fahri Hamzah, seorang anggota DPR, ketika membuat tweet dalam akun Twitter pribadinya yang ditengarai telah melukai hati para buruh migran dengan tweetnya “Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela”fahri-hamza-and-the-babu

Walau kemudian dia menghapus tweetnya setelah ada beberapa orang yang mengkritik, tetapi ternyata sudah ada yang mengambil “screenshot” dan mengaploadnya di medsos, dan tidak dapat dihindari penyebarannya dari satu akun ke akun lainnya.

Seorang aktivis perempuan yang pernah menjadi korban perdagangan manusia di luar negeri sebelum menjadi aktivis, Shandra Waworuntu memprotes tweet Fahri dengan tweetan “Saya, Anak bangsa ke luar negeri untuk bekerja @Fahrihamzah @jokowi bukan mengemis menjadi BABU, tolong diralat! Anda menghina Anak bangsa”

Menteri Tenaga Kerja  pada kabinet Jokowi-JK, Hanif Dhakiri pun turut mengkritik Fahri dengan tweetnya “Sy anak babu. Ibu sy bekerja mjd TKI scr terhormat. Tdk mengemis, tdk sakiti org, tdk curi uang rakyat. Saya bangga pd Ibu” dengan tambahan hastag “MaafkanFahriBu”

Istilah “Babu” mungkin mengingatkan kita pada era dimana seorang manusia dianggap hina, yang karena nasibnya yang miskin harus menjadi pembantu di sebuah keluarga atau rumah tangga orang lain, dan walaupun digaji dengan sangat kecil bahkan mungkin tanpa gaji dan hanya dapat makan, tetapi dapat diperintah dengan sewenang-wenang. Istilah “Babu” mengesankan kemiskinan, ketidakberdayaan dan minus harga diri. Kata “babu” konon banyak dipakai sebelum perang kemerdekaan 1945. Sebuah kata peninggalan masa kolonial yang dipandang mengandung unsur merendahkan dan diskriminatif.

Karena kesan merendahkan dan diskriminatif itulah barangkali dan dalam perkembangan paradigma dan konsep kemanusiaan dalam ranah HAM, maka istilah “babu” tidak dipakai lagi dan diganti dengan “pembantu rumah tangga”, bahkan “assisten rumah tangga” telah menjadi istilah kontemporer menggantikan “pembantu rumah tangga”.

Penasaran akan tweet-an Fahri ini, saya pun membaca profilenya di Wikipedia, dan rupanya anggota DPR Indonesia sejak 2004 lewat daerah pemilihan NTB (Nusa Tenggara Barat) tanah kelahirannya.

Saya jadi teringat ketika pertengahan tahun 2016, saya diundang sebagai pembicara dalam suatu kegiatan yang komunitasnya adalah assisten rumah tangga dari Indonesia di Singapura. Tidak dipungkiri, mereka merasa bersyukur bisa bekerja di luar negeri meski sebagai assisten rumah tangga. Mereka bisa membantu orang tua dan keluarga mereka di kampung, mendapat pengalaman yang luar biasa dan hidup lebih layak. Mereka sangat senang bisa bekerja di luar negeri.  Walaupun tentu ada sisi yang membuat mereka terkadang sedih, khususnya mereka yang sudah menjadi ibu rumah tangga karena harus jauh dari suami dan anak-anak yang dikasihinya.

Menurut Badan Pusat Data Statik Provinsi NTB, jumlah TKI resmi yang berasal dari provinsi NTB tahun 2014 adalah 46.187orang, dimana 9.968 orang diantaranya adalah perempuan. Mereka itu kemungkinan besar sebagai asisten rumah tangga.

fahri-hamza-and-the-babu-2Dan kebetulan anggota dari komunitas yang mengundang saya sebagai pembicara, kebanyakan berasal dari NTB dan NTT.  Itu berarti sebagian dari mereka berasal dari daerah pemilihan Fahri.  Dan tidak tertutup kemungkinan bahwa mereka atau keluarga mereka adalah sebagian dari orang-orang yang menghantar Fahry untuk duduk di “kursi empuk” di DPR.

Saya tidak tahu apakah mereka juga kecewa dengan tweet Fahri ini. Bisa jadi mereka kecewa sama seperti Shandra Waworuntu dan Hanif Dhakiri. Tetapi saya mau katakan: “Fahri, mereka itu bukan “babu” yang mengemis, mereka adalah pahlawan keluarganya dan pahlawan devisa Negara. Mungkin mereka juga bagian dari yang menghantarmu untuk menjadi seperti sekarang duduk di legislatif”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s