“HELLOW..UNTUK SUKSES ITU TIDAK PERLU PAKAI DASI”

Dia mengendarai sepeda motor becak yaitu sepeda motor bebek yang dijadikan becak barang. Diatas gerobaknya ada box yang terbuat dari polifoam. Saya tidak apa isinya. Dia melaju tepat di depan saya yang juga sedang mengendari sepeda motor tetapi bukan sepeda motor becak.

Ada yang menarik dibagian belakang kaos yang dipakainya, yaitu sebuah tulisan yang membuat saya tersenyum dan penasaran. Saat itu juga timbul niat untuk mengambil foto dia dengan kaos yang dipakainya, tetapi berhubung saya juga sedang mengendarai sepeda motor, maka saya urungkan niat untuk mengambil gambarnya. Bagaimanapun, walau tidak sedang bekerja di proyek besar “Oil and Gas” seperti selama ini, motto “Safety First” harus tetap dipedomani.

Tulisan yang membuat saya tersenyum dan penasaran itu persis seperti judul diatas ; “HELLOW..UNTUK SUKSES ITU TIDAK PERLU PAKAI DASI”.  Dan seperti biasa, “pikiran liar” saya langsung bekerja menerawang jauh untuk mendapatkan apa saja yang bisa ditemui oleh imajinasi yang berhubungan dengan kaliamat itu.

Nah, ternyata yang pertama-tama datang ke pikiran saya bukanlah tentang pendeta yang bukan saja terbiasa dengan dasi, tetapi lengkap dengan jas; juga bukan tentang pekerja professional dengan pakaian “necis”nya, melainkan si pemilik facebook Mark Zuckerberg.  Mungkin karena Mark lebih sering dipublikasikan dengan penampilan sederhana dan yang ketika memulai bisnisnya bisa dikatakan mulai dari nol. Dan konon, meski kekayaannya saat ini sebagai pebisnis sudah mencapai US$ 53,80 miliar, dia selalu tampil sederhana dan dengan pakaian yang “tidak bermerek” alias pakaian mahal.

sukses-tak-perlu-dasi

Lalu teringat lagi tentang mendiang Bob Sadino, jangankan pakai kemeja lengkap dengan dasi, wong pake celana panjang pun tidak. Dia setia dengan celena jeans pendeknya, kemana-mana. Kebayang gak kalau pak Bob itu memakai kemeja lengan panjang lengkap dengan dasi tetapi dengan celana jeans pendek? Bisa-bisa orang mabuk alias teller tiba-tiba menjadi “waras”.

Mungkin untuk posisi dan kesempatan tertentu, dasi dibutuhkan untuk mendukung penampilan dimana penampilan itu mendukung profesi/pekerjaan atau dalam hubungan bisnis. Tidak ada salahnya menggunakan dasi. Karena itu saya lebih suka mengatakan “UNTUK SUSKES TIDAK HARUS MEMAKAI DASI”.

Untuk sukses, menurut banyak orang sukses yang telah menjalani jatuh-bangun dalam bisnis sebelum sukses, adalah KERJA KERAS, PANTANG MENYERAH DAN TERUS BELAJAR. Jadi bukan soal dasi.

Jadi ingat pak de Jokowi dengan kemeja putihnya, sosok yang mengagumkan. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s